WELCOME TO "TAMAN ILMU & KEHIDUPAN" . . . SEMOGA BLOG INI DAPAT MEMBANTU ANDA . . . TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA . . . SELAMAT MENJELAJAH . . .

Minggu, 04 Desember 2011

SAYAP GARUDA

                          Indonesia merupakan negara kaya, namun masih miskin. Rakyatnya masih dirudung kemiskinan. Desa – desa belum maju, hanya sedikit sekolah yang berdiri. Sama halnya dengan kampung “SEMPU”. Kampung ini terletak di pulau Jawa, tepatnya di timur Pasuruan yaitu pulau sempu. Tak bedanya dengan kampung lain mereka yang tinggal kebanyakan adalah seorang nelayan. Di sana masih sedikit sekali sekolah yang berdiri. Di sana hanya berdiri dua sekolah yang letaknya berjauhan. Sekolah yang pertama letaknya di utara pulau Sempu yang bernama SD Tulang Makmur & yang lain di baratnya. Sekolah yang berada di barat bernama SD Sempu Makmur, yang di bangun oleh PT. Novindo Sarden Sempu. Di sana sangat jelas perbedaannya, antara sekolah maju yang berteknologi dan sekolah yang hanya berdiri apa adanya.
                         Dahulu di sana tidak ada perbedaan namun hanya karena kedatangan orang Jakarta yang menilai pulau ini berpotensi untuk menghasilkan uang, akhirnya di bangunlah PT. Novindo Sarden Sempu. Yang di gawangi oleh Bpk. Michael Novindo Ramsey. Olehnya lah kampung ini di pimpin. Namun ada beberapa sesepuh yang menyatakan akan ketidak setujuannya untuk dengan sikap dan segala keputusan yang di ambil PT. Novindo Sarden Sempu, yaitu dengan pembuangan limbah yang seenaknya oleh para karyawan yang tak lain dan tak bukan ialah rakyat Sempu itu sendiri. Seolah olah PT. Novindo Sarden Sempu telah mencuci otak rakyat Sempu untuk tidak lagi cinta dengan pulaunya. Mereka para rakyat telah bosan menjadi seorang nelayan yang memiliki upah yang sangat amat tidak mencukupi. Sebagian dari mereka pun lebih memihak kepada PT. Novindo, karena mereka di iming imingi gaji yang tinggi. Beberapa rakyat yang memiliki iman yang kuatlah yang masih memihak pada para sesepuh yang tidak suka dengan tingkah laku mereka yang sangat semena mena terhadap potensi alam Sempu. Kejernihan air sempu yang dulu sangat terjaga pun kini tinggal kenangan, khususnya pantai bagian barat yang selama ini sangat berpotensi untuk pelayaran bagi para nelayan. Namun apalah daya, mereka pun tak bisa berbuat apa – apa atas tindakan & prilaku PT. Novindo.
                         7 tahun pun telah berlalu, rakyat pun masih di bawah tekanan PT. Novindo. Namun di Sempu hanya sekolah yang didirikan PT. Novindolah yang di akui oleh pemda setempat. Sekolah yang dahulu bernama SD Tulang Sempu II itu mendapat pengakuan secara syah. Sedangkan SD Tulang Sempu masih di ragukan karena setiap tahunnya hanya sedikit orang yang memasukkan anaknya ke sekolah tertua itu. Mereka para orang tua lebih memilih memasukkan ank mereka ke SD Sempu Makmur, karena alasan gengsi atau pun kinerja guru dan fasilitasnya kurang memadai. Namun di tahun 2010 SD Tulang Sempu mampu meraih prestasi yang membanggakan dengan meraih murid sebanyak 55 orang.

                         Riana sebagai  Guru SD Tulang Sempu sangat berharap agar di tahun ini dia bisa mengajar lagi. “Aku Riana, sungguh bertanya – tanya, apakah 2010 aku bisa mengajar lagi??”. Kesedihan sangat terpancar di wajahnya. 2 tahun sudah ia tidak mendapat izin dari pemda untuk mengoprasikan sekolah hanya karena sekolah tidak memiliki murid sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemda. “Ku rasa, tak ada lagi yang mau peduli dengan nasib sekolah ini”. Kebanyakan dari anak – anak tidak bersekolah, mereka membanting tulang untuk keluarganya. “ Aku percaya di tahun ini tuhan akan menolong kami”.
                         “Lama ku tunggu, tak satu pun manyarakat datang”. “ Hanya terpaan angin yang berlalu – lalang. Riana pun mulai putus asa, namun Rajab sang pemimpin sekolah selalu memberi semangat. Rajab merupakan sesepuh yang masih hidup dan mengajar para muridnya. Rajab mewarisi semangat sesepuhnya yang terdahulu.
Riana : Apa kita tutp saja sekolah ini??
Rajab : Tak! Tak akan kita tutup sekolah ini! Kita harus berjuang, berjuang, dan terus berjuang. Semangat Riana, semangat!!!
Riana : Semangat!!

            Tak lama kemudian, Leo dan orang tuanya pun datang. Dia bertekad untuk meraih mimpi, dengan semangat yang tinggi dia berlari menggapai mimpinya. Di awal tahun 2010 aku Leo sangat bertekad untuk bisa sekolah, “aku ingin bisa menjadi pesepak bola handal”. “Aku sekolah berdasarkan keinginan dan semangat tinggi. “Saat awal aku masuk untuk mendaftar sebagai murid, aku sungguh berdebar – berdebar”.

To Be Continue . . . (Mau tahu lanjutannya?? tunggu postingan terbarunya)

0 komentar:

Posting Komentar

 
 

© Bluberry Template Copyright by Taman Ilmu & Kehidupan

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks